CONTACT
SHARE
JARCO

723 

Cara Closing Penjualan yang Jarang Diketahui Marketer


#650 | Categories: Inspirasi dan Motivasi | | Jawara Corporation

Cara Closing Penjualan yang Jarang Diketahui Marketer.

Cara Closing Penjualan yang Jarang Diketahui Marketer – Cara melakukan closing penjualan antar satu marketer dengan marketer lain tentu banyak perbedaan dalam pendekatan ke konsumen. Cara closing di FB, di Whatssapp, di Instagram, juga memiliki karakter tersendiri. Begitu juga cara closingan kasir, cara closing customer di marketplace Facebook. Bahkan cara closing property antar satu developer dengan developer lainnya punya banyak perbedaan.

Dalam tulisan ini saya ingin membahas mengenai bagaimana cara melakukan closing. Jadi proses penjualan itu adalah proses yang sangat-sangat konsisten mulai dari customer mencari produk Anda, mempelajari produk Anda, lalu mencoba produk. Saat mencoba tugas kita sebagai pengusaha, sebagai sales adalah mengclosing, membuat orang tersebut membeli.

Dalam menjual ada 2 proses:

1.     Proses menjual ke perusahaan

2.     Proses menjual ke retail atau menjual ke consumer langsung

Tapi dua-duanya sama karena closing deal adalah membuat orang mau menukar sesuatu kepada kita. Misalnya, contoh ini salah satu closing Anda mau nggak dapat e-book gratis, kalau mau dapat ebook gratis tukerin emailmu untuk saya. Ini juga satu fase dalam closing.

Atau misalnya Anda mau nggak nyoba produk saya? Coba produk saya gratis tapi saya minta nama referensi. Itu juga closing. Jadi closing adalah proses tukar menukar baik informasi maupun uang.

Jadi proses tukar menukar itu saya sebut closing dengan tahapan yang membuat Anda makin dekat dengan closing sebenarnya. Saat Anda sudah menerima email, database atau nomor telpon konsumen atau prospek Anda bisa follow up.

Setelah follow up itu orang itu bisa berpikir lebih jernih untuk membeli produk Anda dan akhirnya menjadi customer yang setia.

Yang kedua untuk membuat closing Anda sukses saya sarankan Anda harus memiliki yang disebut Closing Rules. Apa itu closing rules? Yaitu sebuah proses dimana Anda berpikir waktu Anda closing itu sukses banget kayak apa? Jadi Anda pikirkan moment-moment ketika Anda mudah mendapatkan transaksi.

Bisa jadi Anda selalu deal kalau misalnya memberikan brosur, atau Anda selalu deal kalau ketemuannya dengan prospek Anda di café. Anda selalu deal kalau orangnya datang ke kantor, dan sebagainya. Nah apa closing rules Anda?  Kalau Anda sudah berpikir closing rules, Anda sudah tau kebiasaan prospect Anda.

Mereka itu siap closing pada moment apa? Kalau datang ke outlet langsung closing nggak?  Ya sebuah bisnis pasti punya closing rules berbeda- beda, Anda harus pikirkan dan Anda harus set closing rules Anda supaya pada saat benar-benar mencapai closing Anda bisa memanfaatkan momentum tersebut untuk mendapatkan income dari customer.

Bagaiman cara Anda untuk memperkuat closing Anda.

Bagaimana Anda lebih bisa closing lebih cepat dan lebih banyak?  Saya akan memberikan 3 Step.

Step pertama, pastikan Anda berhubungan dengan decision maker. Pastikan Anda berhubungan denga orang yang bisa ambil keputusan. Berapa banyak dari kita ketemu prospek tapi prospek itu tidak bisa ambil keputusan karena bukan dia yang memutuskan. Tanya anak dulu, tanya istri dulu, tanya suami dulu, tanya tetangga dulu tanya orang tua dulu, tanya atasan dulu dan sebagainya. Berarti orang ini bukan pengambil keputusan.

Step yang kedua, jangan pernah memaksa tapi mengedukasi berapa banyak salesman gagal dan akhirnya tidak mau di follow up lagi. Kenapa bisa begitu? Karena Anda dikenal tukang paksa.  Anda nggak boleh maksa, Anda harus mengedukasi. Tunjukkan ketulusan bahwa Anda ingin membantu bukan ingin mengambil uang customer ya. Tunjukkan, pak saya ini pengen bantu. Saya mau edukasi. Saya memberikan masukkan dan edukasi tidak selalu harus face to face. Bisa Anda memberikan brosur, bisa Anda memberikan video, bisa Anda memberikan persentasi dan seterusnya.

Jadi jangan Anda memaksa orang untuk beli, karena orang tidak suka dipaksa meskipun orang suka belanja, tapi tetap nggak suka dipaksa buat beli.

Step ketiga, buat jembatan antara keinginan dengan kebutuhan. Apa sih yang dibutuhkan? Contoh, orang yang beli bor, yang dibutuhkan apa? Yang dibutuhkan itu lobang, yang saya pengen lobang. Itu kebutuhan dia. Yang dia inginkan apa? Alat yang bisa membuat lobang dengan mudah. Oke, ada banyak cara untuk membuat lobang. Ada paku bisa bikin lobang, ada bor bisa atau Anda korek-korek.

Jadi macam-macam cara. Nah, pertanyaannya adalah bagaimana cara Anda menjual kebutuhan dengan cara menggali keinginan. Jual kebutuhannya tapi gali inginnya, inginnya apa sih? Bor yang mudah, inginnya bor yang kecil, inginnya bor yang tebal, inginnya bervariasi dan seterusnya.

Anda harus mengatasi keberatan, kalau misalnya ada orang yang bilang, wah pak, barangnya mahal ya. Anda jawabnya gimana? Anda harus jawab kalau hargamu mahal. Lalu ada yang bilang gini, pak saya belum butuh, kalau belum butuh anda jawabnya bagaimana? Atau ada yang bilang begini, pak saya mau sih beli cuman jangan sekarang ya. Kenapa? Saya harus tanya istri dulu. Nah, cara jawabnya bagaimana?

Di tulisan berikutnya akan saya bahas ya mengenai masalah penolakan penawaran Anda.

Artikel Inspirasi dan Motivasi lain yang perlu anda baca :

Kategori : Inspirasi dan Motivasi
Film ini termasuk keren bagi anak-anak. Gambaran perkembangan teknologi masa depan. Tapi apa yang dapat diambil ... More
Kategori : Inspirasi dan Motivasi
Kamu mau lebih Sukses? Di awal tahun 2019, kamu harus bisa melakukan beberapa perubahan terhadap dirimu sendiri ... More

Kembali ke Beranda jawaracorpo.com

Whatsapp
×
Selamat!
Anda akan bergabung ke Aplikasi Anak Bangsa W-ALL

Silahkan segera klik tombol dibawah ini untuk bergabung dengan
Komunitas W-ALL DIATAS - MEDIA POPULARITAS

Gabung
Apasih W-ALL DIATAS itu?

Klik ini untuk mengetahuinya